Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Berhargakah Kami


Tiada ke-aku-an
Kami melangkah dalam kebersamaan
Berjanjilah wahai tekad!
Masa depan itu pasti
Perpisahan tak akan lari
Hari ini pergi
Dalam nyata seuntaian memori............


Mungkin dapat diingat selamanya,
Lalu terlupakan sedetik kemudian,
Air mata kami berharga!
Perjuangan kami panjang!
Semangat kami saksinya!


Biarkan kami menari dan tertawa tanpa mentari......
Tanpanya pun kenangan ini hidup!
Di hati seseorang nan kesepian,
Semua bilang tak mau terlupakan....
Seberapa berharganyakah senyuman kita??


Kawan, kisah CLASSIX ini sejarah metamorfosis kita,
Berusaha, bersyukur, gagal, galau, takut, tangis, marah, perasaan beragam bertemu, bertolak jua...........
Gapai dirimu! Ukir kenangan termanismu!
Masa lalu dan masa depan akan terhubung oleh hari ini........
Video ini ada demi melirihkan kenaifan canda kita!


Air mata rindu mengikuti alurnya
Mengingat satu per satu dan semua.........
Atau mungkin dilupakan dengan sengaja!?
Tuhan berkata kita akan bahagia.............
Namun, kesedihan ikut mengancam....


Janjilah satu hal: Suatu hari kita akan bertemu, tertawa lagi sambil mencaci maki,
Dan aku bisa melihat ketulusan air mata kalian!


"Bukankah ini............ wajah kami saat itu?"
"Sudah 10 tahun yang lalu"
"Bukankah baru setahun lalu?"
"Bukankah baru kemarin?"
"Aku ingin mengulang semuanya, masa remajaku"



Seolah masih terngiang baru terjadi kemarin..........
Karena kami akan berpegangan tangan dan memeluk kenangan ini
Katakan dengan lantang pada dunia, siapa kita??
We are CLASSIX J


By: Ira Mawaddah, Jakarta 18 November 2013. Puisi perpisahan kelas :D

Kuning, Kuning, Kuning Keemasan


Mungkin tulisan tak akan cukup
Coba buatmu memahami
Satu arti dalam keteduhan diri


Bertumpu pada satu alasan
Berpusat pada satu keinginan mustahil
Bergema pada lorong pintu hati
Bergembira pada kenangan KUNING KEEMASAN
Berprinsip pada sesuatu yang suci, CINTA
Termotif dari sebuah pertemuan singkat



Serta perkenalan bagai air
Mengalir begitu deras, deras dan semakin.....
Ketika air itu menari dan berpindah
Malah terjatuh dari sudut kesedihan terpahit


Oh......
Hari itu!!Apa aku harus meraung??
Apa aku harus berpikir keras??
Hari terindah....
Hari sesak hati ini....


Sampai pada akhirnya
Aku menitihkan suara dan jeritan...
Sebagai "AIR MATA"
Berharap hanya kamu yang merubah hari ini menjadi lebih baik lagi...




By: Ira Mawaddah, Jakarta, 12 Desember 2012

Sejatinya


Disini kepercayaan hilang
Disini hanya bercerita dengan hatiku
Disini terlihat seperti sangat butuh penolong
Disini air mata menetes perlahan
                             
                              Apakah salah jika aku berharap?
                              Ada yang mengerti aku, tanpa kujelaskan?
                              Bahkan jika aku tak punya alasan dibalik tangisku?!
                              Aku…………  hanya ingin menangis.

Aku bahkan menunggu kalimat
Aku tak ingin melihatmu menangis lagi”
Ada yg menghapus airmataku
Walau mereka mengaku temanku….
Tetap aku hanya butuh seorang saja
Yang benar SEJATINYA TEMAN

By: Ira Mawaddah

- Copyright © 2013 Rain Fairy's Words - Airayase - Modified by BioSphere - Designed by Djogzs -